Menurut Kantor Berita ABNA, peringatan hari Jilbab sedunia dimaksudkan sebagaimana peringatan hari-hari penting lainnya, untuk mengingatkan akan pentingnya penegakan hak-hak muslimah khususnya kebebasan dan hak dalam penggunaan jilbab. Dalam rangka Hari Jilbab Sedunia ini, perkumpulan muslimah Pakistan melakukan aksi damai di jalan-jalan di kota-kota besar di negara mereka, antara lain di kota Lahore.
Para pengunjuk rasa dalam aksi damai ini dengan mengibarkan spanduk-spanduk yang bertuliskan tuntutan mereka agar muslimah di setiap negara diberikan hak dan kebebasannya untuk mengenakan jilbab sebagai sebuah aplikasi kebebasan beragama dan hak menjalankan aturan agama tersebut.
Farid Pairaka, salah seorang pengunjuk rasa menyatakan, “Jilbab bagi seorang muslimah adalah pakaian kehormatan, yang jika dihalang-halangi menggunakannya berarti sebuah penghinaan.”
Lebih lanjut beliau mengatakan, “Pelarangan sebagian negara-negara Barat dan sekuler untuk menggunakan jilbab adalah pelanggaran besar terhadap hak-hak asasi manusia.”